Postingan

Mau Loko

Broken Strings: Aurelie Moeremans

Gambar
Buku Broken Strings karya Aurelie Moeremans belakangan ini ramai dibincangkan di media sosial. Kesaksian hidup yang tertuang di dalamnya mengundang respons luas: dari empati, perenungan, hingga perdebatan. Bahkan, gema buku ini turut disebut-sebut dalam ruang publik yang lebih formal, termasuk dalam perbincangan di DPR RI, oleh mereka yang memberi perhatian pada Kaum Perempuan. Hal ini menunjukkan bahwa Broken Strings bukan sekadar kisah personal seorang figur publik, melainkan refleksi yang menyentuh isu-isu mendalam tentang luka batin, pencarian makna hidup, dan pergumulan iman yang relevan bagi banyak orang, khususnya kaum muda. Di tengah budaya yang mengagungkan kesuksesan, citra diri, dan kehidupan yang tampak “baik-baik saja”, Broken Strings hadir sebagai suara yang jujur dan rapuh. Aurelie membuka sisi hidup yang sering disembunyikan: kehancuran relasi, kehilangan pegangan, dan proses panjang untuk kembali menemukan Tuhan. Dari kisah inilah kaum muda dapat belajar bahwa iman tid...

11 JANUARI: OPTIMIS

Gambar
sumber gambar: https://shorturl.at/MlMh Tahun baru selalu diawali dengan sorak harapan. Kalender berganti, resolusi ditulis, dan semangat dibangkitkan. Namun, ketika kita tiba di 11 Januari, euforia itu mulai mereda. Realitas kembali mengetuk: pekerjaan menumpuk, target terasa berat, dan perubahan tak secepat yang dibayangkan. Justru di sinilah makna optimisme diuji. Optimisme bukan lagi sekadar slogan awal tahun, melainkan sikap batin untuk tetap melangkah saat semangat tidak lagi dipompa oleh perayaan. Tanggal 11 Januari menjadi simbol fase transisi: dari niat ke konsistensi, dari harapan ke tindakan.   Harapan yang Berakar pada Janji Dalam Kitab Suci, optimisme lahir dari iman kepada Tuhan yang setia menyertai perjalanan hidup manusia, bahkan ketika masa depan belum jelas. Harapan tidak didasarkan pada keadaan yang tampak, melainkan pada janji Tuhan yang memberi arah dan tujuan bagi hidup. Kitab Suci mengingatkan bahwa setiap hari adalah anugerah baru untuk melangkah dengan perc...

SELAMAT TAHUN BARU 2026

Gambar
          Tahun 2026 hadir sebagai lembaran baru dalam perjalanan hidup kita. Pergantian tahun bukan sekadar perubahan angka pada kalender, melainkan momen refleksi atas apa yang telah dilalui dan kesempatan untuk menata harapan baru. Setiap pergantian tahun selalu membawa makna tersendiri, karena di dalamnya tersimpan evaluasi diri, doa, serta keinginan untuk menjadi pribadi yang lebih baik.           Dengan semangat Tahun Baru 2026, kita diajak untuk melangkah maju dengan optimisme dan sikap yang lebih bijaksana. Tantangan yang akan datang mungkin berbeda dari sebelumnya, namun dengan kesiapan mental dan semangat pantang menyerah, tahun ini dapat menjadi waktu yang tepat untuk bertumbuh, belajar, dan memperkuat tujuan hidup. Refleksi Tahun yang Telah Berlalu      Refleksi terhadap tahun yang telah berlalu merupakan langkah penting sebelum melangkah ke tahun yang baru. Sepanjang tahun sebelumnya, kita tentu tela...

AKHIR TAHUN

Gambar
        Akhir tahun bukan sekadar penanda di kalender. Ia adalah ambang sunyi antara yang telah berlalu dan yang belum datang. Di titik ini, waktu seakan melambat, memberi kita kesempatan langka untuk menoleh ke belakang, bukan dengan tergesa, melainkan dengan kesadaran penuh. Akhir tahun mengundang kita melakukan ziarah batin: menyusuri jejak langkah hidup, menyapa luka yang pernah disembunyikan, dan merayakan pertumbuhan yang mungkin tak pernah kita sadari.     Di tengah hiruk-pikuk perayaan, sesungguhnya ada panggilan yang lebih dalam: berhenti sejenak, mendengarkan diri sendiri, dan bertanya dengan jujur, siapakah aku setelah melewati satu tahun ini? Ziarah Waktu: Menyusuri Jejak yang Telah Dijalani        Setahun adalah perjalanan panjang yang sering kita lalui tanpa benar-benar hadir. Hari demi hari terlewati oleh rutinitas, tuntutan, dan target. Akhir tahun menjadi ruang untuk mengurai kembali waktu itu: bulan-bulan yang penuh har...

NATAL OMK: MENJADI WAJAH KRISTUS BAGI KELUARGA

Gambar
          Natal selalu punya cara istimewa untuk menyatukan banyak hati. Sukacita itu terasa begitu nyata dalam perayaan Natal Bersama Orang Muda Katolik (OMK) Paroki Tanjung Balai yang dilaksanakan di Gedung Serba Guna Gian Franco Cruder, SX–Tanjung Balai, pada hari Sabtu, 27 Desember 2025. Bukan sekadar acara tahunan, perayaan ini menjadi ruang perjumpaan: antara iman dan persaudaraan, antara doa dan kegembiraan khas anak muda.           Kegiatan diawali dengan Perayaan Ekaristi, pusat dan sumber kehidupan iman Gereja. Dari altar Ekaristi, OMK diajak menyadari kembali jati dirinya sebagai orang muda yang dicintai Tuhan dan diutus untuk menjadi wajah Kristus di tengah keluarga dan masyarakat. Setelah Ekaristi, sukacita itu berlanjut dalam aneka acara hiburan yang dipersembahkan oleh OMK dari berbagai rayon di Paroki Tanjung Balai. Tawa, tepuk tangan, dan kebersamaan mengalir tanpa sekat, menjadikan Natal sungguh terasa hidup. ...

SELAMAT NATAL 2025

Gambar
    Natal 2025 kembali menyapa seluruh umat Kristiani sebagai perayaan iman yang melampaui usia, latar belakang, dan denominasi. Di tengah dunia yang terus bergerak cepat, penuh tantangan dan ketidakpastian, Natal hadir sebagai momen hening yang mengundang setiap orang untuk kembali ke pusat iman: kelahiran Sang Juru Selamat. Natal bukan hanya peristiwa sejarah, melainkan pengalaman rohani yang terus hidup, mengajak manusia merasakan kasih Allah yang hadir nyata dalam kehidupan sehari-hari. Allah yang Hadir dan Dekat      Natal menegaskan keyakinan inti iman Kristiani: Allah yang tidak jauh, tetapi memilih tinggal bersama manusia. Kelahiran Yesus mengungkapkan kasih yang merendah, kasih yang mau masuk ke dalam keterbatasan dunia. Bagi setiap orang Kristiani, Natal menjadi undangan untuk memperbarui iman, percaya bahwa Allah tetap bekerja, bahkan dalam kesederhanaan dan keheningan hidup yang sering luput dari perhatian. Estetika Natal yang Menyentuh Jiwa   ...

PERJALANAN CINTA MENUJU NATAL

Gambar
        Perjalanan sering kali dipahami sebagai perpindahan dari satu tempat ke tempat lain. Namun, dalam pengalaman tertentu, perjalanan menjelma menjadi ruang perjumpaan: dengan sesama, dengan diri sendiri, dan pada akhirnya, dengan Tuhan. Petualangan menuju Tanjung Balai ini bukan sekadar lintasan geografis, melainkan sebuah ziarah batin, sebuah perjalanan untuk melayani umat Allah di Paroki Tanjung Balai menjelang Hari Raya Natal, sekaligus perjalanan untuk menemukan kehadiran Ilahi dalam wajah-wajah sederhana yang dijumpai di jalan. Jalan sebagai Ruang Filosofis Perjumpaan    Secara filosofis, jalan adalah simbol kehidupan. Di sanalah manusia bergerak, bertemu, berpisah, dan belajar. Dalam perjalanan menuju Tanjung Balai, setiap kilometer seakan mengajarkan bahwa hidup tidak pernah steril dari perjumpaan. Tuhan tidak selalu hadir dalam keheningan doa atau megahnya altar, tetapi sering kali menyapa melalui orang-orang biasa: sesama penumpang, aparat di ...

SELAMAT HARI IBU

Gambar
    Hari Ibu hadir sebagai momen hening yang sarat makna. Ia tidak menuntut perayaan besar, melainkan mengundang perenungan yang dalam. Dalam Kitab Suci, penghormatan kepada orang tua diletakkan sebagai fondasi kehidupan yang bermakna. “Hormatilah ayahmu dan ibumu, supaya lanjut umurmu di tanah yang diberikan TUHAN, Allahmu, kepadamu” (Keluaran 20:12). Ayat ini bukan sekadar perintah moral, melainkan ajakan spiritual untuk mengenali sumber kehidupan dan nilai yang membentuk kita.    Di Hari Ibu, ayat tersebut menemukan wajahnya yang paling manusiawi. Kita diingatkan bahwa di balik pertumbuhan dan keberanian kita hari ini, ada kasih yang bekerja dalam diam. Kasih yang tidak selalu terdengar suaranya, tetapi terasa kekuatannya. Hari Ibu menjadi ruang untuk kembali: kepada ingatan, kepada rasa syukur, dan kepada kesadaran bahwa kita dibesarkan bukan hanya oleh waktu, tetapi oleh cinta. Kasih Ibu dalam Jejak Kitab Suci      Kitab Suci menggambarkan kasih i...

SUATU MINGGU DI PAROKI DISKI

Gambar
          Menemukan Tuhan tidak selalu harus lewat pengalaman besar atau peristiwa luar biasa. Sering kali, Ia hadir justru dalam ritme kehidupan yang sederhana dan berulang.           Paroki St. Paskalis Diski menjadi ruang di mana pengalaman iman itu terasa nyata, bukan hanya saat doa dan liturgi, tetapi juga dalam kebersamaan, cerita, dan suasana yang hangat. Dalam satu minggu, dari Malam Minggu hingga Hari Minggu yang penuh makna, Paroki St. Paskalis Diski mengajak umat untuk mengalami Tuhan yang dekat dan berjalan bersama. Malam Minggu: Hening yang Menguatkan         Malam Minggu di Paroki Diski memiliki nuansa yang berbeda. Saat banyak orang memilih menghabiskan waktu di luar, gereja justru menjadi tempat pulang bagi mereka yang ingin menutup minggu dengan tenang. Suasana yang lebih sunyi, doa yang dipanjatkan perlahan, dan kehadiran umat dengan berbagai latar belakang hidup menciptakan ruang refleksi yang menda...

DESEMBER DAN MALAM MINGGU

Gambar
sumber gambar:  https://shorturl.at/6pXDB Kita masih dalam narasi Desember, dengan kisah kasih yang beragam. Udara masih terasa sedikit lebih pelan, hujan juga masih sering turun tanpa permisi, dan kalender tiba-tiba penuh coretan rencana yang kadang jadi, kadang cuma wacana. Di antara semua itu, ada satu momen yang selalu terasa spesial bagi kaum muda: malam Minggu di bulan Desember. Malan Minggu bukan sekadar pergantian hari, tapi ruang kecil tempat banyak hal bertemu: lelah setahun penuh, harapan baru, tawa sederhana, dan renungan yang diam-diam mendalam. Desember dan malam Minggu seperti dua sahabat lama yang mengajak kita berhenti sejenak, lalu bertanya: “Kamu sudah sejauh apa tahun ini?”   Desember: Bulan yang Mengajak Menoleh ke Belakang Bagi banyak anak muda, Desember adalah tombol pause . Bukan karena semuanya selesai, tapi karena kita akhirnya berani menengok ke belakang. Tentang rencana yang berhasil, mimpi yang tertunda, juga kegagalan yang dulu terasa mema...

DESEMBER DAN DOA

Gambar
sumber gambar:  https://shorturl.at/u2HfT   Dalam tradisi iman Katolik, Desember bukan sekadar bulan penutup tahun, melainkan waktu rahmat. Gereja menghadirkannya sebagai masa penantian yang suci, masa Adven, ketika umat diajak berjaga, merenung, dan mempersiapkan hati menyambut kedatangan Tuhan. Di bulan ini, waktu seakan melambat agar manusia dapat kembali mendengarkan suara Allah yang sering tenggelam oleh kesibukan dunia. Desember dan doa bertemu dalam ritme liturgi Gereja. Doa bukan hanya ungkapan kebutuhan manusia, tetapi jawaban atas panggilan Allah. Dalam keheningan Desember, doa menjadi sarana pertobatan, syukur, dan harapan: sebuah dialog kasih antara Allah dan umat-Nya.   Penantian yang Penuh Iman Dalam kalender liturgi Katolik, Desember didominasi oleh Masa Adven, masa penantian akan kelahiran Yesus Kristus. Penantian ini bukan sikap pasif, melainkan kesiapsiagaan rohani. Gereja mengajak umat untuk “berjaga dan berdoa” (bdk. Mat 24:42), menyadari bahwa...