Postingan

Menampilkan postingan dengan label Tuhan

PERJALANAN CINTA MENUJU NATAL

Gambar
        Perjalanan sering kali dipahami sebagai perpindahan dari satu tempat ke tempat lain. Namun, dalam pengalaman tertentu, perjalanan menjelma menjadi ruang perjumpaan: dengan sesama, dengan diri sendiri, dan pada akhirnya, dengan Tuhan. Petualangan menuju Tanjung Balai ini bukan sekadar lintasan geografis, melainkan sebuah ziarah batin, sebuah perjalanan untuk melayani umat Allah di Paroki Tanjung Balai menjelang Hari Raya Natal, sekaligus perjalanan untuk menemukan kehadiran Ilahi dalam wajah-wajah sederhana yang dijumpai di jalan. Jalan sebagai Ruang Filosofis Perjumpaan    Secara filosofis, jalan adalah simbol kehidupan. Di sanalah manusia bergerak, bertemu, berpisah, dan belajar. Dalam perjalanan menuju Tanjung Balai, setiap kilometer seakan mengajarkan bahwa hidup tidak pernah steril dari perjumpaan. Tuhan tidak selalu hadir dalam keheningan doa atau megahnya altar, tetapi sering kali menyapa melalui orang-orang biasa: sesama penumpang, aparat di ...

SUATU MINGGU DI PAROKI DISKI

Gambar
          Menemukan Tuhan tidak selalu harus lewat pengalaman besar atau peristiwa luar biasa. Sering kali, Ia hadir justru dalam ritme kehidupan yang sederhana dan berulang.           Paroki St. Paskalis Diski menjadi ruang di mana pengalaman iman itu terasa nyata, bukan hanya saat doa dan liturgi, tetapi juga dalam kebersamaan, cerita, dan suasana yang hangat. Dalam satu minggu, dari Malam Minggu hingga Hari Minggu yang penuh makna, Paroki St. Paskalis Diski mengajak umat untuk mengalami Tuhan yang dekat dan berjalan bersama. Malam Minggu: Hening yang Menguatkan         Malam Minggu di Paroki Diski memiliki nuansa yang berbeda. Saat banyak orang memilih menghabiskan waktu di luar, gereja justru menjadi tempat pulang bagi mereka yang ingin menutup minggu dengan tenang. Suasana yang lebih sunyi, doa yang dipanjatkan perlahan, dan kehadiran umat dengan berbagai latar belakang hidup menciptakan ruang refleksi yang menda...

DESEMBER DAN DOA

Gambar
sumber gambar:  https://shorturl.at/u2HfT   Dalam tradisi iman Katolik, Desember bukan sekadar bulan penutup tahun, melainkan waktu rahmat. Gereja menghadirkannya sebagai masa penantian yang suci, masa Adven, ketika umat diajak berjaga, merenung, dan mempersiapkan hati menyambut kedatangan Tuhan. Di bulan ini, waktu seakan melambat agar manusia dapat kembali mendengarkan suara Allah yang sering tenggelam oleh kesibukan dunia. Desember dan doa bertemu dalam ritme liturgi Gereja. Doa bukan hanya ungkapan kebutuhan manusia, tetapi jawaban atas panggilan Allah. Dalam keheningan Desember, doa menjadi sarana pertobatan, syukur, dan harapan: sebuah dialog kasih antara Allah dan umat-Nya.   Penantian yang Penuh Iman Dalam kalender liturgi Katolik, Desember didominasi oleh Masa Adven, masa penantian akan kelahiran Yesus Kristus. Penantian ini bukan sikap pasif, melainkan kesiapsiagaan rohani. Gereja mengajak umat untuk “berjaga dan berdoa” (bdk. Mat 24:42), menyadari bahwa...