Postingan

Menampilkan postingan dengan label Refleksi

DESEMBER DAN MALAM MINGGU

Gambar
sumber gambar:  https://shorturl.at/6pXDB Kita masih dalam narasi Desember, dengan kisah kasih yang beragam. Udara masih terasa sedikit lebih pelan, hujan juga masih sering turun tanpa permisi, dan kalender tiba-tiba penuh coretan rencana yang kadang jadi, kadang cuma wacana. Di antara semua itu, ada satu momen yang selalu terasa spesial bagi kaum muda: malam Minggu di bulan Desember. Malan Minggu bukan sekadar pergantian hari, tapi ruang kecil tempat banyak hal bertemu: lelah setahun penuh, harapan baru, tawa sederhana, dan renungan yang diam-diam mendalam. Desember dan malam Minggu seperti dua sahabat lama yang mengajak kita berhenti sejenak, lalu bertanya: “Kamu sudah sejauh apa tahun ini?”   Desember: Bulan yang Mengajak Menoleh ke Belakang Bagi banyak anak muda, Desember adalah tombol pause . Bukan karena semuanya selesai, tapi karena kita akhirnya berani menengok ke belakang. Tentang rencana yang berhasil, mimpi yang tertunda, juga kegagalan yang dulu terasa mema...

DESEMBER: SEDIA AKU SEBELUM HUJAN

Gambar
sumber gambar:  https://shorturl.at/pyHHo   Masih tentang Desember…. Desember selalu datang seperti halaman terakhir dalam sebuah buku harian yang tak pernah benar-benar selesai. Udara mulai lembap, langit sering murung, dan di antara rintik yang turun perlahan, manusia menemukan jeda untuk menata ulang hatinya. Di bulan ini, kita sering merasa dekat dengan diri sendiri: seakan ada ruang untuk menatap ke dalam, untuk kembali mengukur arah hidup, dan untuk bertanya apakah kita sudah sedia menghadapi apa pun yang mungkin turun, sebelum hujan mengujani seluruh rencana. “Sedia aku sebelum hujan” bukan hanya soal payung atau mantel, tapi perihal kesiapan batin menghadapi perubahan. Desember, pada akhirnya, mengajarkan bahwa hidup selalu datang dalam bentuk cuaca: kadang cerah, kadang mendung, kadang deras, tapi selalu mengandung cerita. Desember Sebagai Ruang Pulang Desember membawa aroma pulang: entah pulang pada keluarga, pulang pada seseorang, atau pulang pada versi diri yang pe...

KETIKA ALAM MENULIS TRAGEDI

Gambar
sumber gambar:  https://shorturl.at/BCY0C Di ujung barat Indonesia, tanah Sumatera kembali mengajarkan betapa rapuhnya kehidupan manusia. Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara beberapa waktu terakhir menjadi saksi dari bencana besar yang meluluhlantakkan harapan, melahirkan duka mendalam, dan menghadirkan kembali pertanyaan purba tentang hidup dan mati. Banjir bandang menerjang lembah dan kampung, tanah longsor merobek perbukitan, sungai meluap hingga menelan rumah-rumah kecil di tepinya, dan ribuan warga harus mengungsi dalam keadaan serba terbatas. Banyak yang meninggal, banyak yang hilang belum ditemukan, dan banyak pula yang hidup, tetapi dengan luka yang tidak terlihat oleh mata. Di bawah langit kelabu, dengan bau tanah basah yang menyengat, manusia kembali menyadari bahwa kematian adalah bagian dari kehidupan yang hanya dapat ditunda, tetapi tidak bisa dihindari. Namun anehnya, kematian justru hadir dengan caranya yang paling tidak pasti; datang tiba-tiba, memisahkan kel...