DESEMBER: JANGAN PERNAH MENYERAH
sumber gambar: https://shorturl.at/YWeJV Desember selalu terasa berbeda. Bukan karena tanggalnya, bukan juga karena hujannya yang lebih sering turun, tetapi karena cara bulan ini membuat manusia menunduk ke dalam dirinya sendiri. Ada sesuatu di udara Desember yang membuat kita lebih jujur, lebih rapuh, dan lebih diam. Di bulan ini, waktu seperti melambat. Hari-hari terasa lebih pendek, malam terasa lebih panjang, dan pikiran mulai berisik. Kita mulai membuka kembali catatan hidup yang jarang kita sentuh: tentang rencana yang tidak jadi, tentang mimpi yang tertunda, tentang versi diri yang dulu kita kira akan sudah tercapai sekarang. Bagi kaum muda, Desember sering menjadi ruang evaluasi yang sunyi. Media sosial penuh dengan pencapaian orang lain, sementara kita duduk bertanya-tanya: aku ke mana saja tahun ini? Ada rasa bersalah karena belum sampai. Ada rasa takut karena belum jelas arah. Ada juga rasa lelah karena terlalu lama berpura-pura kuat. Namun Desember tidak datang ...