Postingan

Menampilkan postingan dengan label Cinta

SELAMAT TAHUN BARU 2026

Gambar
          Tahun 2026 hadir sebagai lembaran baru dalam perjalanan hidup kita. Pergantian tahun bukan sekadar perubahan angka pada kalender, melainkan momen refleksi atas apa yang telah dilalui dan kesempatan untuk menata harapan baru. Setiap pergantian tahun selalu membawa makna tersendiri, karena di dalamnya tersimpan evaluasi diri, doa, serta keinginan untuk menjadi pribadi yang lebih baik.           Dengan semangat Tahun Baru 2026, kita diajak untuk melangkah maju dengan optimisme dan sikap yang lebih bijaksana. Tantangan yang akan datang mungkin berbeda dari sebelumnya, namun dengan kesiapan mental dan semangat pantang menyerah, tahun ini dapat menjadi waktu yang tepat untuk bertumbuh, belajar, dan memperkuat tujuan hidup. Refleksi Tahun yang Telah Berlalu      Refleksi terhadap tahun yang telah berlalu merupakan langkah penting sebelum melangkah ke tahun yang baru. Sepanjang tahun sebelumnya, kita tentu tela...

AKHIR TAHUN

Gambar
        Akhir tahun bukan sekadar penanda di kalender. Ia adalah ambang sunyi antara yang telah berlalu dan yang belum datang. Di titik ini, waktu seakan melambat, memberi kita kesempatan langka untuk menoleh ke belakang, bukan dengan tergesa, melainkan dengan kesadaran penuh. Akhir tahun mengundang kita melakukan ziarah batin: menyusuri jejak langkah hidup, menyapa luka yang pernah disembunyikan, dan merayakan pertumbuhan yang mungkin tak pernah kita sadari.     Di tengah hiruk-pikuk perayaan, sesungguhnya ada panggilan yang lebih dalam: berhenti sejenak, mendengarkan diri sendiri, dan bertanya dengan jujur, siapakah aku setelah melewati satu tahun ini? Ziarah Waktu: Menyusuri Jejak yang Telah Dijalani        Setahun adalah perjalanan panjang yang sering kita lalui tanpa benar-benar hadir. Hari demi hari terlewati oleh rutinitas, tuntutan, dan target. Akhir tahun menjadi ruang untuk mengurai kembali waktu itu: bulan-bulan yang penuh har...

NATAL OMK: MENJADI WAJAH KRISTUS BAGI KELUARGA

Gambar
          Natal selalu punya cara istimewa untuk menyatukan banyak hati. Sukacita itu terasa begitu nyata dalam perayaan Natal Bersama Orang Muda Katolik (OMK) Paroki Tanjung Balai yang dilaksanakan di Gedung Serba Guna Gian Franco Cruder, SX–Tanjung Balai, pada hari Sabtu, 27 Desember 2025. Bukan sekadar acara tahunan, perayaan ini menjadi ruang perjumpaan: antara iman dan persaudaraan, antara doa dan kegembiraan khas anak muda.           Kegiatan diawali dengan Perayaan Ekaristi, pusat dan sumber kehidupan iman Gereja. Dari altar Ekaristi, OMK diajak menyadari kembali jati dirinya sebagai orang muda yang dicintai Tuhan dan diutus untuk menjadi wajah Kristus di tengah keluarga dan masyarakat. Setelah Ekaristi, sukacita itu berlanjut dalam aneka acara hiburan yang dipersembahkan oleh OMK dari berbagai rayon di Paroki Tanjung Balai. Tawa, tepuk tangan, dan kebersamaan mengalir tanpa sekat, menjadikan Natal sungguh terasa hidup. ...

SELAMAT NATAL 2025

Gambar
    Natal 2025 kembali menyapa seluruh umat Kristiani sebagai perayaan iman yang melampaui usia, latar belakang, dan denominasi. Di tengah dunia yang terus bergerak cepat, penuh tantangan dan ketidakpastian, Natal hadir sebagai momen hening yang mengundang setiap orang untuk kembali ke pusat iman: kelahiran Sang Juru Selamat. Natal bukan hanya peristiwa sejarah, melainkan pengalaman rohani yang terus hidup, mengajak manusia merasakan kasih Allah yang hadir nyata dalam kehidupan sehari-hari. Allah yang Hadir dan Dekat      Natal menegaskan keyakinan inti iman Kristiani: Allah yang tidak jauh, tetapi memilih tinggal bersama manusia. Kelahiran Yesus mengungkapkan kasih yang merendah, kasih yang mau masuk ke dalam keterbatasan dunia. Bagi setiap orang Kristiani, Natal menjadi undangan untuk memperbarui iman, percaya bahwa Allah tetap bekerja, bahkan dalam kesederhanaan dan keheningan hidup yang sering luput dari perhatian. Estetika Natal yang Menyentuh Jiwa   ...

PERJALANAN CINTA MENUJU NATAL

Gambar
        Perjalanan sering kali dipahami sebagai perpindahan dari satu tempat ke tempat lain. Namun, dalam pengalaman tertentu, perjalanan menjelma menjadi ruang perjumpaan: dengan sesama, dengan diri sendiri, dan pada akhirnya, dengan Tuhan. Petualangan menuju Tanjung Balai ini bukan sekadar lintasan geografis, melainkan sebuah ziarah batin, sebuah perjalanan untuk melayani umat Allah di Paroki Tanjung Balai menjelang Hari Raya Natal, sekaligus perjalanan untuk menemukan kehadiran Ilahi dalam wajah-wajah sederhana yang dijumpai di jalan. Jalan sebagai Ruang Filosofis Perjumpaan    Secara filosofis, jalan adalah simbol kehidupan. Di sanalah manusia bergerak, bertemu, berpisah, dan belajar. Dalam perjalanan menuju Tanjung Balai, setiap kilometer seakan mengajarkan bahwa hidup tidak pernah steril dari perjumpaan. Tuhan tidak selalu hadir dalam keheningan doa atau megahnya altar, tetapi sering kali menyapa melalui orang-orang biasa: sesama penumpang, aparat di ...

SELAMAT HARI IBU

Gambar
    Hari Ibu hadir sebagai momen hening yang sarat makna. Ia tidak menuntut perayaan besar, melainkan mengundang perenungan yang dalam. Dalam Kitab Suci, penghormatan kepada orang tua diletakkan sebagai fondasi kehidupan yang bermakna. “Hormatilah ayahmu dan ibumu, supaya lanjut umurmu di tanah yang diberikan TUHAN, Allahmu, kepadamu” (Keluaran 20:12). Ayat ini bukan sekadar perintah moral, melainkan ajakan spiritual untuk mengenali sumber kehidupan dan nilai yang membentuk kita.    Di Hari Ibu, ayat tersebut menemukan wajahnya yang paling manusiawi. Kita diingatkan bahwa di balik pertumbuhan dan keberanian kita hari ini, ada kasih yang bekerja dalam diam. Kasih yang tidak selalu terdengar suaranya, tetapi terasa kekuatannya. Hari Ibu menjadi ruang untuk kembali: kepada ingatan, kepada rasa syukur, dan kepada kesadaran bahwa kita dibesarkan bukan hanya oleh waktu, tetapi oleh cinta. Kasih Ibu dalam Jejak Kitab Suci      Kitab Suci menggambarkan kasih i...

KETIKA ALAM MENULIS TRAGEDI

Gambar
sumber gambar:  https://shorturl.at/BCY0C Di ujung barat Indonesia, tanah Sumatera kembali mengajarkan betapa rapuhnya kehidupan manusia. Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara beberapa waktu terakhir menjadi saksi dari bencana besar yang meluluhlantakkan harapan, melahirkan duka mendalam, dan menghadirkan kembali pertanyaan purba tentang hidup dan mati. Banjir bandang menerjang lembah dan kampung, tanah longsor merobek perbukitan, sungai meluap hingga menelan rumah-rumah kecil di tepinya, dan ribuan warga harus mengungsi dalam keadaan serba terbatas. Banyak yang meninggal, banyak yang hilang belum ditemukan, dan banyak pula yang hidup, tetapi dengan luka yang tidak terlihat oleh mata. Di bawah langit kelabu, dengan bau tanah basah yang menyengat, manusia kembali menyadari bahwa kematian adalah bagian dari kehidupan yang hanya dapat ditunda, tetapi tidak bisa dihindari. Namun anehnya, kematian justru hadir dengan caranya yang paling tidak pasti; datang tiba-tiba, memisahkan kel...