SELAMAT HARI IBU
Hari Ibu hadir sebagai momen hening yang sarat makna. Ia tidak menuntut perayaan besar, melainkan mengundang perenungan yang dalam. Dalam Kitab Suci, penghormatan kepada orang tua diletakkan sebagai fondasi kehidupan yang bermakna. “Hormatilah ayahmu dan ibumu, supaya lanjut umurmu di tanah yang diberikan TUHAN, Allahmu, kepadamu” (Keluaran 20:12). Ayat ini bukan sekadar perintah moral, melainkan ajakan spiritual untuk mengenali sumber kehidupan dan nilai yang membentuk kita. Di Hari Ibu, ayat tersebut menemukan wajahnya yang paling manusiawi. Kita diingatkan bahwa di balik pertumbuhan dan keberanian kita hari ini, ada kasih yang bekerja dalam diam. Kasih yang tidak selalu terdengar suaranya, tetapi terasa kekuatannya. Hari Ibu menjadi ruang untuk kembali: kepada ingatan, kepada rasa syukur, dan kepada kesadaran bahwa kita dibesarkan bukan hanya oleh waktu, tetapi oleh cinta. Kasih Ibu dalam Jejak Kitab Suci Kitab Suci menggambarkan kasih i...