Postingan

Menampilkan postingan dengan label Tenang

SELAMAT NATAL 2025

Gambar
    Natal 2025 kembali menyapa seluruh umat Kristiani sebagai perayaan iman yang melampaui usia, latar belakang, dan denominasi. Di tengah dunia yang terus bergerak cepat, penuh tantangan dan ketidakpastian, Natal hadir sebagai momen hening yang mengundang setiap orang untuk kembali ke pusat iman: kelahiran Sang Juru Selamat. Natal bukan hanya peristiwa sejarah, melainkan pengalaman rohani yang terus hidup, mengajak manusia merasakan kasih Allah yang hadir nyata dalam kehidupan sehari-hari. Allah yang Hadir dan Dekat      Natal menegaskan keyakinan inti iman Kristiani: Allah yang tidak jauh, tetapi memilih tinggal bersama manusia. Kelahiran Yesus mengungkapkan kasih yang merendah, kasih yang mau masuk ke dalam keterbatasan dunia. Bagi setiap orang Kristiani, Natal menjadi undangan untuk memperbarui iman, percaya bahwa Allah tetap bekerja, bahkan dalam kesederhanaan dan keheningan hidup yang sering luput dari perhatian. Estetika Natal yang Menyentuh Jiwa   ...

DESEMBER DAN MALAM MINGGU

Gambar
sumber gambar:  https://shorturl.at/6pXDB Kita masih dalam narasi Desember, dengan kisah kasih yang beragam. Udara masih terasa sedikit lebih pelan, hujan juga masih sering turun tanpa permisi, dan kalender tiba-tiba penuh coretan rencana yang kadang jadi, kadang cuma wacana. Di antara semua itu, ada satu momen yang selalu terasa spesial bagi kaum muda: malam Minggu di bulan Desember. Malan Minggu bukan sekadar pergantian hari, tapi ruang kecil tempat banyak hal bertemu: lelah setahun penuh, harapan baru, tawa sederhana, dan renungan yang diam-diam mendalam. Desember dan malam Minggu seperti dua sahabat lama yang mengajak kita berhenti sejenak, lalu bertanya: “Kamu sudah sejauh apa tahun ini?”   Desember: Bulan yang Mengajak Menoleh ke Belakang Bagi banyak anak muda, Desember adalah tombol pause . Bukan karena semuanya selesai, tapi karena kita akhirnya berani menengok ke belakang. Tentang rencana yang berhasil, mimpi yang tertunda, juga kegagalan yang dulu terasa mema...

KETIKA ALAM MENULIS TRAGEDI

Gambar
sumber gambar:  https://shorturl.at/BCY0C Di ujung barat Indonesia, tanah Sumatera kembali mengajarkan betapa rapuhnya kehidupan manusia. Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara beberapa waktu terakhir menjadi saksi dari bencana besar yang meluluhlantakkan harapan, melahirkan duka mendalam, dan menghadirkan kembali pertanyaan purba tentang hidup dan mati. Banjir bandang menerjang lembah dan kampung, tanah longsor merobek perbukitan, sungai meluap hingga menelan rumah-rumah kecil di tepinya, dan ribuan warga harus mengungsi dalam keadaan serba terbatas. Banyak yang meninggal, banyak yang hilang belum ditemukan, dan banyak pula yang hidup, tetapi dengan luka yang tidak terlihat oleh mata. Di bawah langit kelabu, dengan bau tanah basah yang menyengat, manusia kembali menyadari bahwa kematian adalah bagian dari kehidupan yang hanya dapat ditunda, tetapi tidak bisa dihindari. Namun anehnya, kematian justru hadir dengan caranya yang paling tidak pasti; datang tiba-tiba, memisahkan kel...